Discovery Fisrt Mountain in Riau

Kamis, 05 April 2012

Riau Punya Gunung?

Mungkin itu adalah pertanyaan dibenak teman-teman semua. Ya… gunung Jadi (djadi) namanya, gunung satu-satunya di Riau yang terletak di Desa Sungai Santi kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Gunung ini memang belum terekspos karena kurangnya informasi dan tidak adanya promosi dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Gunung ini memiliki ketinggian 1100m dpl, jika dilihat dari tngginya gunung ini termasuk gunung yang rendah, tapi tahu kah teman-teman semua waktu yang kami butuhkan untuk menuju puncak hingga turun kembali adalah Sembilan hari perjalanan. Ya, waktu yang relatif lama untuk ketinggian 1100 mdpl.

Kenapa Bisa?

Hal itu dikarenakan gunung ini terdapat di kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, jadi untuk mencapai puncak gunung jadi tersebut kita harus menempuh banyak sekali puncak bukit dengan ketinggian yang beragam. Hingga waktu yang diperlukan juga lebih banyak dari pendakian-pendakian lainnya.
Siapa aja sih yang melakukan pendakian ini?
Pendakian ini dilakukan oleh sembilan orang yang terdiri dari, lima orang anggota Brimapala Sungkai (Karya rizki, Hendra yudistira, Fahmi siregar, Aulia Putri Siregar dan Arif Kurniawan), dua orang dari River difender ( Akhwan Binawan, Boim) dan dua orang lagi dari Gurindam12.com (Dona Rahayu dan Ryan). Dari sembila orang ini kami dibagi menjadi tiga tim yaitu tim riset, tim dokumentasi dan tim navigasi.

Apa aja yang ada disana?

Sepanjang perjalanan kami banyak menjumpai Meranti, Kuring, beraneka macam Anggrek, Pinus dan banyak lagi flora dataran tinggi lainnya. Selain itu juga ada berneka fauna yang kini mulai langka keberadaannya seperti Harimau Sumatera, Beruang dan Badak walau tidak bertemu langsung dengan hewan-hewan ini tapi kami dapat melihat dari jejak dan tanda-tanda yang ditinggalkan hewan tersebut. Dan yang lebih mengesankan adalah saat perjalanan pulang kami dimanjakan dengan keindahan air terjun yang benar-benar indah dam masih jauh dari ulah usil manusia.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 29 Desemner 2011 sampai 7 Januari 2012, dimana kami berangkat dari pekanbaru menuju lokasi namun karena jalan terputus akibat longsor maka kami memutuskan untuk membuat camp dan menginap. Pagi nya kami harus melanjutkan perjalanan lebih kurang 4 km dengan berjalan kaki menuju Desa Sungai Santi.

Hasil tim riset dari Ekspedisi 12-12 kami banyak menemukan titik mata air disepanjang kawasan gunung Jadi, beberapa titik mata air akan mengalirkannya ke beberapa daerah yang kawasannya lebih rendah sehingga menjadi kawasan sungai-sungai kecil dari beberapa jari-jari yang ada di Gunung Jadi.

Sungai-sungai kecil dari hulu inilah yang akirnya bermuara pada hilir sungai yang lebih besar, sehingga keberadaan sungai yang ada dikaki gunung Jadi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ujung tombak kehidupan mereka. Dimulai dari alat transportasi untuk membawa getah karet kedesa tetangga, menjadi nelayan, mengkonsumsi airnya, mandi, mencuci, bahkan menjadikanya sebagai kakus. Sepanjang perjalanan ekspedeisi yang kami lakukan, kami menemukan juga 7 (tujuh) titik air terjun yang kami simpan dalam GPS yang kami gunakan, mulai dari yang tingginya sekitar tujuh meter hingga sekitar tiga puluh meter. Gemuruh air terjun yang jatuh kebawah membuat suasana haru bagi tim ekspedisi kami, ini menandakan bahwa hampir keseluruhan dari perjalanan ekspedisi ini kami menemukan cerita yang komplit.
Mulai dari vegetasi hutan yang sangat beragam, beraneka jenis satwa yang kami temui walaupun hanya meninggalkan bekas berupa cakaran maupun jejak, menyusuri sungai yang berpotensi sebagai olah raga arung jeram, menemui beberapa goa yang juga memiliki potensi bagi para pegiat caving.

Vegetasi hutan yang sangat rapat menandakan bahwa kawasan tersebut terjaga dengan baik, kami menemukan beberapa tanaman kunci dari hutan ini. Meranti, Pinus, Rotan, Manau, Kruing dan tumbuhan Pakis merupakan tanaman kunci hal ini dikarenakan bahwa populasi yang sering kami temui sangat banyak tumbuh didalan kawasan hutan gunung djadi.

Di ketinggian puncak 865 meter diatas permukaan laut (mdpl) yang kami lewati hanya terdapat satu jenis tanaman saja yaitu populasi tanaman pinus, tanaman ini tumbuh subur dengan memiliki ketinggian yang relative pendek dari biasanya kira-kira tingginya hanya sekitar dua meter saja. Di beberapa ketinggian puncak yang kami lewati rata-rata tanaman yang paling kami temui adalah jenis tanaman kruing dan meranti.

Dari hasil beberapa penuturan masyarakat yang kami temui didesa sungai santi bahwa di dalam hutan tersebut juga ditemui tanaman gaharu, namun saat kami melaksanakan pendakian tim kami tidak menemui sebatang pun pohon gaharu.
Setelah tim berhasil menaklukan gunung Jadi, tim bergegas untuk melaksanakan ekspedisi lanjutan dengan mencoba menyusuri sungai untuk menemukan jalan pulang menuju desa sungai santi. Selama perjalanan menyusuri sungai kami memiliki banyak cerita yang seru mengenai perjalanan kami kali ini, kami menemukan tiga air terjun yang dengan gagahnya berdiri seraya menunjukan keanggunannya kepada kami.

Kami mulai memcoba menyusuri aliran air terjun tersebut dan kami mencoba menyamakanya dengan peta yang telah kami bawa sebelumnya dan tidak lupa kami mengambil titik koordinat untuk menetapkan jalur susur sungai kami, betapa kagetnya tim kami saat beberapa kilometer dari perjalanan kami kami menemukan kembali air terjun yang cukup tinggi dan memiliki kedalaman sekitar empat meter.
Ditambah lagi disamping beberapa air terjun yang kami temui kami juga melihat beberapa kelelawar berterbangan, mungkjin saja mereka terkejut atas suara gaduh yang kami timbulkan. Dan setelah kami selidiki ternyata disamping air terjun tersebut terdapat dua buah goa yang saling berdempetan, sayang sekali lagi kami tidak bisa mengambil gambarnya sebagai dokumentasi kami karena tidak dapat terjangkau oleh kamera kami.(Gurindam12.com)

Nah…buat teman-teman semua yang ngaku memiliki jiwa adventure, Gunung Jadi merupakan salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan. Karena adrenalin kamu akan selalu terpacu disetiap langkah perjalanan kamu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
SUNGKAI © 2011 | Designed by Hisam Setiawan, in collaboration with Gurindam12, Sungkai